Detail Berita
teknologi pertanian
teknologi pertanian:
Pertanian Modern Mulai Diterapkan di Indonesia
Kementerian Pertanian terus mendorong penggunaan teknologi dalam kegiatan pertanian. Salah satu penerapannya adalah Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) yang menggabungkan berbagai metode pertanian modern.
Pada September 2026, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, dijadikan salah satu daerah percontohan penerapan PM-AAS. Sistem tersebut mencakup penggunaan benih unggul, pemupukan berimbang, pengelolaan tanaman secara presisi, dan penerapan smart farming.
Drone Membantu Petani dalam Mengelola Tanaman
Drone menjadi salah satu teknologi yang mulai digunakan dalam pertanian modern di Indonesia. Alat ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, seperti penyemprotan, pemetaan lahan, dan pengawasan tanaman.
Kementerian Pertanian pada 2026 mendorong transfer teknologi drone kepada masyarakat. Dalam kegiatan pengembangan mekanisasi pertanian, drone digunakan bersama mesin tanam dan mesin panen modern
AI Mulai Digunakan untuk Mendukung Penyuluh Pertanian
Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai dimanfaatkan dalam bidang pertanian. Teknologi ini dapat membantu pengelolaan informasi dan mendukung kegiatan penyuluhan kepada petani.
Pada Agustus 2026, Kementerian Pertanian memperkenalkan aplikasi Juma AI kepada penyuluh pertanian. Kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan pemanfaatan AI dalam mendukung tugas penyuluh.
Sistem Irigasi Cerdas Menggunakan Teknologi IoT
Teknologi Internet of Things (IoT) mulai digunakan untuk mengembangkan sistem irigasi cerdas. Teknologi ini memungkinkan perangkat dan sensor saling terhubung sehingga kondisi lahan dapat dipantau menggunakan sistem digital.
Pada Agustus 2026, UPN Veteran Jakarta menerapkan program Smart Irrigation berbasis IoT dan energi tenaga surya di SMKN 1 Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Teknologi Modern Diharapkan Meningkatkan Produktivitas Pertanian
Teknologi modern menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan sektor pertanian Indonesia. Pemerintah mendorong penggunaan teknologi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus membuat kegiatan pertanian lebih efisien.
Kementerian Pertanian mengembangkan PM-AAS sebagai salah satu pendekatan untuk meningkatkan produktivitas padi. Dalam uji lapangan yang dilaporkan Kementan pada Juli 2026, hasil produksi pada model tersebut dilaporkan dapat mencapai 10 hingga 12,4 ton per hektare pada lokasi pengujian tertentu.