Detail Berita

thumbnail
16 September 2026 |
Teknologi

transportasi kereta api

Teknologi transportasi  Kereta Api


Teknologi Kereta Api Indonesia Semakin Modern


Teknologi perkeretaapian di Indonesia terus berkembang. Saat ini, terdapat berbagai teknologi kereta yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan perjalanan masyarakat, mulai dari lokomotif diesel, KRL, kereta diesel dan listrik, LRT otomatis, hingga kereta cepat.

Menurut KAI, ekosistem perkeretaapian pada 2026 mengelola lima jenis teknologi utama. Salah satunya adalah LRT Jabodebek yang menggunakan sistem operasi otomatis, serta kereta cepat Whoosh yang memiliki kecepatan operasional hingga 350 kilometer per jam.


LRT Jabodebek Menggunakan Sistem Kereta Otomatis


LRT Jabodebek menjadi salah satu contoh penerapan teknologi otomatis dalam transportasi kereta api di Indonesia. Sistem yang digunakan adalah Communication-Based Train Control (CBTC) dengan tingkat otomatisasi GoA3.

Teknologi tersebut memungkinkan berbagai proses perjalanan kereta dikendalikan secara otomatis melalui pusat kendali operasi. Sistem dapat membantu mengatur kecepatan, jarak antarkereta, dan proses berhenti di stasiun.


 KAI dan BRIN Kembangkan Teknologi Keselamatan Kereta


Teknologi keselamatan menjadi salah satu bagian penting dalam perkembangan kereta api. Pada Juli 2026, PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat kerja sama dalam pengembangan teknologi perkeretaapian.

Salah satu teknologi yang menjadi perhatian adalah Automatic Train Protection (ATP). Teknologi ini merupakan bagian dari sistem keselamatan yang dapat membantu meningkatkan keamanan perjalanan kereta.


Whoosh Membawa Teknologi Kereta Cepat ke Indonesia


Kereta cepat Whoosh menjadi salah satu perkembangan teknologi transportasi berbasis rel di Indonesia. Kereta ini memiliki kecepatan operasional hingga 350 kilometer per jam dan menghubungkan perjalanan Jakarta dengan Bandung.

Menurut KAI, Whoosh merupakan salah satu bagian dari ekosistem perkeretaapian yang menggunakan teknologi berkecepatan tinggi. Pada Semester I 2026, layanan Whoosh digunakan oleh sekitar 2,94 juta pelanggan.


Teknologi Kereta Api: Keselamatan, Kereta Cepat Whoosh, dan Kemudahan Digital


Pada 2026, layanan berbasis aplikasi tersebut telah mengintegrasikan beberapa layanan transportasi berbasis rel, termasuk kereta jarak jauh, kereta lokal, Commuter Line, LRT Jabodebek, kereta bandara, dan kereta cepat.

Pemanfaatan teknologi digital membuat proses perjalanan menjadi lebih terhubung. Informasi mengenai perjalanan juga dapat diperoleh melalui perangkat digital tanpa harus selalu datang ke stasiun.

Share on:

Berita Terbaru